Diposkan pada Public Speaking

Strategi Menyusun Pidato Yang ‘Tweet-able’

Menguasai cara penyampaian pesan kepada publik merupakan hal yang krusial bagi seorang praktisi kehumasan. Berkembangnya media sosial memungkinkan masyarakat untuk mengutip pernyataan-pernyataan para tokoh-tokoh yang menurut mereka menarik untuk dibagikan kepada netizen. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertajam keahlian public speaking.

Faktanya, tidak semua orang mampu berbicara di depan banyak orang. Hufftington Post menyebutkan setidaknya 75% dari populasi di dunia mengidap glossophobiarasa takut yang berlebihan saat berbicara di depan orang banyak. Meskipun tidak terlihat mudah, berbicara di depan publik bisa dilakukan dengan baik. Wikihow  pun memberikan tips yang berguna saat anda harus berbicara di depan publik.

Kenali audiens dan acaranya

Penting bagi seorang pembicara untuk mengetahui siapa yang akan menjadi audiens dan mengapa mereka berkumpul pada acara tersebut. Hal ini akan membantu anda menentukan pesan kunci yang akan disampaikan dan bagaimana penyampaiannya.

Pilih topik yang menarik

Bila anda bebas memilih topik yang akan dibicarakan, maka pilihlah topik yang sederhana, menarik, dan dapat dinikmati oleh para audiens. Saat mengajar kelas Public Speaking di President University, saya menyarankan agar para mahasiswa membawa topik yang belum diketahui oleh publik secara umum.

Tentukan tujuan pembicaraan

Tuliskan apa tujuan anda berbicara dan hasil seperti apa yang anda harapkan dari audiens anda. Apakah pidato anda bertujuan untuk membentuk opini, mengubah sikap, atau mendorong audiens untuk melakukan suatu hal? Meskipun sederhana, tujuan “saya ingin audiens belajar empat hal yang harus diperhatikan saat membeli komputer” akan membantu anda menyusun informasi yang runtut dan fokus.

Kumpulkan fakta-fakta

Kumpulkan fakta-fakta agar apa yang anda sampaikan dapat dikutip, dijadikan update status pada Facebook, atau ditwit. Gunakan sumber-sumber terpercaya yang dapat ditelusuri seperti media cetak dan media online. Jangan lupakan untuk menyebutkan angka statistik karena angka-angka ini sangat berguna untuk membuat topik anda semakin terpercaya.

Susun kerangka dan naskah pidato

Anda dapat memilih menyusun topik anda dalam bentuk kerangka (outline) atau naskah penuh (script). Outline cocok digunakan dalam pidato naratif, informatif, dan persuasif. Sementara pidato dalam acara seremonial boleh menggunakan naskah. Susun naskah anda dengan pembagian 30% pembukaan, 50% konten, dan 20% penutup.

Gunakan bantuan visual

Anda juga diperbolehkan menggunakan bantuan visual. Hal ini tentunya setelah memastikan bahwa peralatan ini tersedia pada acara tersebut. Bantuan visual membantu para audiens untuk memahami ilustrasi, mengingat apa yang anda sampaikan, menarik perhatian, dan lebih persuasif.

Simulasikan pidatomu

Segeralah berlatih saat naskah telah selesai disusun. Menunda berlatih akan membuat anda semakin gugup. Mintalah beberapa teman untuk menjadi audiens dan mengkritisi konten maupun gaya penyampaian anda. Anda juga bisa merekam video melalui ponsel untuk mengevaluasi diri sendiri.

Iklan

Penulis:

Lecturer and strategic communication practitioner for community-based organization.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s