Diposkan pada Komunikasi Interpersonal

Cek 6 Bahasa Tubuh Seorang Pemimpin Kharismatik

Sebenarnya dalam memimpin ada beberapa hal yang harus teman-teman perhatikan. Dan itu bukan hanya tentang masalah teknis pekerjaan saja. Hal-hal yang bisa dikatakan non teknis juga perlu teman-teman perhatikan. Hal-hal non teknis yang dimaksud adalah seperti bagaimana menggunakan bahasa tubuh yang bagus.

Untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang sukses, insting bahasa tubuh juga sangat dibutuhkan dalam keperluan untuk mengendalikan anak buah. Pemahaman penggunaan bahasa tubuh ini sangat diperlukan, selain itu teman-teman juga harus mengetahui dan bisa memilih bahasa tubuh yang seperti apa yang tepat. Seorang ahli komunikasi Lisa B Marshal beberapa waktu yang lalu memberikan tips bagaimana bahasa tubuh para pemimpin kharismatik yang sukses sebagaimana dikutip dari situs maxmanroe.com. Perhatikan di bawah ini.

1. Pengelolaan Intonasi Suara yang Tepat

Anda harus memperhatikan bagaimana cara mengelola intonasi suara yang tepat. Secara alami, orang yang memiliki atau berhasil menempatkan nada terbaik pada suaranya, bisa menjadi seorang pemimpin yang sukses. Bahkan, orang yang berada di sekitarnya dengan sendirinya secara sadar akan menyesuaikan nada suara yang sama dengan pemimpinnya.

Teman-teman pasti mengerti, bahwa suara dengan nada tinggi pasti akan menjengkelkan. Lain halnya dengan suara dengan nada rendah. Sebuah studi menyebutkan bahwa suara dengan nada rendah cenderung lebih menyejukkan dan berwibawa sehingga bisa membuat orang lain bekerja lebih baik lagi.

2. Memberikan Senyum yang Natural

Jangan pernah meremehkan tersenyum, dengan tersenyum ada banyak manfaat yang bisa kalian dapatkan. Ada banyak penelitian yang telah dilakukan terkait dengan manfaat dari tersenyum. Secara akal sehat pun, tersenyum akan membawa kita pada perasaan keadaan yang lebih baik.

Menurut penelitian, ternyata ketika orang tersenyum ada suatu bahan kimia yang di lepas di dalam otak, begitu juga ketika melihat orang lain tersenyum. Selain itu, tersenyum juga memicu keluarnya hormon perasaan baik, yang mana hormon ini bisa membuat tubuh semakin rileks, mengurangi denyut jantung serta tekanan darah. Sehingga keadaan ini memungkinkan seseorang melepaskan stresnya.

Nah, keadaan seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh pemimpin, bisa mengendalikan diri dengan baik dan tidak mudah stres.

3. Cara Berjabat Tangan yang Tepat

Jabat tangan juga termasuk salah satu bentuk gaya bahasa tubuh yang menunjang Anda untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil. Dengan jabat tangan bahkan bisa menciptakan satu kesan pertama yang mendalam. Seseorang yang mampu memberikan kesan yang kuat melalui jabat tangan, secara otomatis akan membuat orang lain respek dan menaruh hormat padanya.

Berjabat tangan yang baik adalah dilakukan dengan singkat, tegas, tidak ketat dan menggunakan seluruh tangan, bukan jari saja. Cara berjabat tangan seperti ini menunjukkan bahwa orang itu memliki kepercayaan diri yang kuat, ekstrovert dan tentu saja menjadikan keadaan lebih positif.

4. Gaya Pose yang Kuat

Pose juga sangat berpengaruh dalam hal kepemimpinan. Buatlah gaya pose yang lumrah, tegas dan bisa menyampaikan kesan yang kuat pada orang lain. Menyampaikan kepercayaan diri dengan kuat dengan halus ke publik, akan membuat Anda semakin terlihat terhormat.

Bayangkan saja pose dari girlband misalnya, dengan menonjolkan sisi cantiknya, saya rasa pose seperti ini akan membuat Anda tidak dianggap sebagai seorang pemimpin. Buatlah pose yang bisa mengesankan Anda terlihat lebih bertanggung jawab. Tentu saja tidak hanya sekedar berpose, namun Anda juga harus mampu berpikir yang sesuai.

5. Gesture Tubuh yang Mendukung

Penggunaan gesture tubuh yang mendukung dan sesuai dengan letaknya akan membuat kata-kata yang Anda ucapkan semakin bermakna. Gesture tubuh secara acak atau tidak terkontrol akan mengganggu orang lain. Selain itu hal itu juga menunjukkan bahwa Anda berada di luar kontrol Anda sendiri.

Bukan hanya berbicara tentang bahasa isyarat saja, namun lebih dari itu gerakan atau gesture tubuh yang tepat dan sesuai secara alami akan mendukung sesuatu yang disampaikan menjadi lebih mudah dipahami dan mudah diingat.

6. Kontak Mata yang Proporsional

Perlu teman-teman ketahui bahwasannya berkomunikasi tidak hanya dengan bibir saja, namun mata juga bisa digunakan untuk berkomunikasi. Berbicara tanpa adanya kontak mata, akan mengurangi makna dari pembicaraan itu sendiri.

Orang yang berbicara dengan menggunakan kontak mata akan terlihat dan terasa lebih tulus dan ikhlas sehingga semakin membuatnya menjadi mudah dipercaya. Sebuah studi menyebutkan bahwa, jumlah kontak mata yang tepat dan sesuai adalah antara 50 sampai 60 persen dari percakapan, yang paling utama adalah saat mendengarkan.

Iklan

Penulis:

Lecturer and strategic communication practitioner for community-based organization.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s